Fakultas Ekonomi UST - Berita | Anies: Buku Ki Hadjar Dewantara Jadi Referensi di Finlandia, di Kita Tak Dibaca

Anies: Buku Ki Hadjar Dewantara Jadi Referensi di Finlandia, di Kita Tak Dibaca

2014-12-02 20:22:26


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyinggung minat baca masyarakat di Indonesia yang masih sangat rendah, yakni 0,001 persen dari data UNESCO. 


Melalui persoalan minat baca tersebut, Anies juga menyayangkan Indonesia yang tidak belajar dari buku berjudul "Sekolah Taman Siswa" karangan Ki Hadjar Dewantara. 

"Bapak Ibu tahu, kalau buku karangan Ki Hadjar Dewantara jadi referensi di Finlandia. Di kita, buku itu tidak dibaca, tetapi mereka (Finlandia) sudah mempraktikkan dan mempesona dunia!" kata Anies dalam pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota seluruh Indonesia, di Jakarta, Senin (1/12/2014). 

Salah satu topik yang ditulis dalam buku tersebut adalah tentang kondisi belajar yang menyenangkan. 

Menurut dia, pemerintah Finlandia telah mengikuti pandangan Ki Hadjar Dewantara dengan mengubah sistem belajar dan situasi di sekolah menjadi lebih nyaman dan menggembirakan, berbeda dengan sekolah dan instansi pendidikan di Indonesia yang murid-muridnya lebih banyak merasa stres saat belajar. 

"Di sana disebutkan taman, bukan yang lain. Kita harus dorong agar murid-murid kita bisa merasa seperti di taman. Mereka harus bisa ketagihan belajar," ucap dia. 

Salah satu penggagas program Indonesia Mengajar ini mengingatkan juga perlunya waktu yang cukup lama untuk membangun mutu pendidikan di Indonesia. 

Dia pun berjanji akan membantu dan berkoordinasi lebih baik lagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pertemuan tersebut dilakukan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senayan, Jakarta, sejak jam 10.00 WIB. 

Hingga pukul 12.10 WIB, acara masih berlangsung dengan sesi tanya-jawab antar Kepala Dinas dengan Anies.

Sumber : Kompas.com