Fakultas Ekonomi UST - Berita | Seminar Akademik Akuntansi 2019 “Auditing & Disruptive Technology”

Seminar Akademik Akuntansi 2019 “Auditing & Disruptive Technology”

2019-12-30 15:30:26

...

Program Studi Akuntansi FE UST Yogyakarta bekerjasama dengan Ikatan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (IMPSA) telah sukses menyelenggarakan Seminar Akademik  dengan tema “Auditing & Disruptive Technology”. Seminar akademik ini diselenggarakan di Ayola Tasneem Convention Hotel Yogyakarta pada Selasa, 26 November 2019 Peserta seminar yang berpartisipasi dalam acara ini adalah 242 mahasiswa dari angkatan 2015, 2016, dan 2017. Acara seminar akademik ini dibuka dengan sambutan oleh Bapak Suyanto, SE., M.Si selaku Dekan FE Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

Pemaparan materi dalam seminar ini berisi tentang peran mahasiswa akuntansi dalam menghadapi disruptive technology dengan mendatangkan seorang keynote speaker dari Panitera Umum Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa yaitu Bapak Dr. Ki Saur Panjaitan, MM. Dua pemateri lain dalam seminar ini adalah Bapak Syaiful Ali, MIS., Ph.D., CA yang merupakan Sekretaris Jurusan Akuntansi FEB UGM Yogyakarta 2017-sekarang, dan Bapak Dr. Baldric Siregar, MBA., CMA., Ak., CA. yang merupakan Kepala Program Studi Akuntansi STIE YKPN Yogyakarta, dengan moderator dari Dosen Tetap Akuntansi yaitu Bapak Adia Adi Prabowo, SE., M.Acc., AK., CA., ACPA.

Menurut Ki Saur, di era revolusi industri 4.0 ini, akuntansi di masa depan adalah data akuntansi yang berbasis cloud dan akuntansi yang menggunakan big data. Oleh karena itu, seorang akuntan dituntut untuk bermitra dengan teknologi di masa depan, yaitu mengolah data menggunakan internet dengan 3 literasi baru yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Selanjutnya, menurut Bapak Syaiful Ali, revolusi industri terjadi karena perusahaan masih percaya bahwa teknologi bisa membantu dalam bersaing dan survive di masa depan serta mampu meningkatkan efisiensi biaya. Industri melihat bahwa anggota akuntan harus beradaptasi dalam hal prosedur dan proses, karena akuntan akan semakin banyak berkurang dengan adanya artificial intelligence (kecerdasan buatan). Sedangkan menurut Bapak Baldric Siregar, standar audit harus mengakomodir software dalam pengimplementasian standar karena sebagian pekerjaan audit akan dikerjakan oleh komputer. Standar ini meliputi 3 standar, yaitu standar audit, teknologi, dan auditor.

Dengan adanya seminar akademik ini diharapkan mahasiswa akuntansi FE UST dapat pro-aktif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahamannya terkait dengan disruptive technology auditing di masa depan.

(Penulis: Yusy Taurina)