WEBINAR AKADEMIK “DISRUPTIVE TECHNOLOGY IN PUBLIC SECTOR ACCOUNTING”

WEBINAR AKADEMIK “DISRUPTIVE TECHNOLOGY IN PUBLIC SECTOR ACCOUNTING”

2021-05-06 11:35:25

...

Pada hari Selasa, 04 Mei 2021, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (FE UST) Yogyakarta bekerjasama dengan Association of Public Sector Accounting Educators (APSAE) telah sukses menyelenggarakan Webinar Akademik dengan tema “Disruptive Technology in Public Sector Accounting”. Webinar akademik ini diselenggarakan secara online melalui aplikasi zoom dan live streaming Youtube. Peserta yang berpartisipasi dalam webinar ini adalah 374 mahasiswa Prodi Akuntansi FE UST angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020, Bapak dan Ibu dosen Prodi Akuntansi dan Manajemen FE UST, serta Bapak dan Ibu dosen (tamu undangan) dari beberapa universitas di Indonesia. Webinar akademik ini dibuka dan diawali dengan sambutan oleh Bapak Suyanto, SE., M.Si. selaku Dekan FE UST Yogyakarta.

Seminar yang mengulas mengenai tantangan mahasiswa akuntansi dalam menghadapi disruptive technology ini menghadirkan keynote speaker Bapak Moh. Mahsun, SE, M.Sc., Ak., CA, CPA, CFr.A, Ph.D (Cand.) selaku Executive Directore APSAE, dan dua narasumber yaitu Bapak Prof. Indra Bastian MBA, Ph.D, CA, CMA, Mediator yang merupakan Guru Besar FEB UGM dan Bapak Dr. Icuk Rangga Bawono, SH, SE, M.Si., MH, Ak., CA, ASEAN CPA, CTAP, CPA, CertiPSAS yang merupakan dosen Universitas Jenderal Soedirman. Sesi diskusi pada seminar ini dipandu oleh Ibu Anita Primastiwi, SE, M.Sc. sebagai dosen Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta selaku moderator.

Menurut Bapak Moh. Mahsun, era digital saat ini menghadirkan tantangan baru bagi organisasi sektor publik yang secara historis terbukti lambat dalam menghadapi perubahan namun harus siap dalam menghadapi disruptive technology. Dalam menghadapi disruptive ini diperlukan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital dan harus selalu merespon apabila terjadi transformasi digital yang tidak dapat dihindari. Menurut Prof. Indra Bastian, setelah hadir disruptive technology, kluster dalam akuntansi berkembang menjadi tiga kluster, yitu akuntansi swasta, akuntansi publik, dan akuntansi syariah. Dampak lain dari adanya disruptive adalah terciptanya pasar baru, yaitu akuntansi sektor publik dan akuntansi syariah dalam bentuk jaringan, sehingga perkembangan era digital saat ini banyak mengubah cara kerja industri dan organisasi. Menurut Dr. Icuk Rangga Bawono, menghadapi disruptive technology harus menggunakan strategi, dan akuntan harus menguasai skill akuntansi serta teknologi. Banyak profesi di bidang akuntansi yang dapat diambil oleh mahasiswa akuntansi asalkan mahasiswa tidak memiliki mental blok agar dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui webinar akademik ini diharapkan mahasiswa akuntansi FE UST dapat bersikap pro-aktif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan skill di bidang akuntansi publik serta teknologi agar dapat berkreativitas dan berinovasi dalam menghadapi disruptive technology. Dengan demikian diharapkan mahasiswa akuntansi FE UST, saat ini maupun ketika memasuki dunia kerja, dapat berkontribusi positif bagi organisasi publik di dalam menghadapi disruptive technology.

Ditulis oleh: Prodi Akuntansi FE UST

Disunting oleh Humas FE UST