MAJELIS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI (MMFE) GELAR BAKTI SOSIAL PADA KELOMPOK TANI KAKAO NGUDI MULYO

MAJELIS MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI (MMFE) GELAR BAKTI SOSIAL PADA KELOMPOK TANI KAKAO NGUDI MULYO

2021-06-17 12:12:17

...

Berbagi dan Menginpirasi Masyarakat dalam Strategi Digital Branding sebagai Inovasi Produk UMKM

Bakti sosial atau lebih dikenal sebagai baksos merupakan salah satu kegiatan sosial untuk saling berbagi rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti sosial merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merapatkan kekerabatan antar sesama. Bakti sosial dilaksanakan dengan tujuan-tujuan tertentu. Tujuan tersebut ialah memberikan wawasan untuk menjadikan UMKM tersebut maju dalam mengembangkan pemasarannya dengan menggunakan digital branding. Sebagai contohnya, Bakti sosial ini dilakukan oleh Majelis Mahasiswa Fakultas Ekonomi (MMFE) atau lebih dikenal BEM Fakultas, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa kepada kelompok tani yang sedang membutuhkan uluran tangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu (13/6/21) di Dusun Nglegi, Kec. Patuk, Kab. Gunung Kidul, Yogyakarta.

Salah satu mahasiswa Ekonomi FE UST, Marsiana Numat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja atau agenda rutin MMFE yang diselenggarakan setiap tahun sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan ilmu serta wawasan untuk menginpirasi mereka dalam strategi digital branding sebagai inovasi produk UMKM pada Kelompok Tani Kakao Ngudi Mulyo.

Kelompok tani ini merupakan warga tani yang berproduksi cokelat dengan nama brand yaitu “Bingkon Kakao”. Produk itu sendiri bervariasi yaitu bubuk cokelat, kripik pisang cokelat dan rengginang cokelat. Untuk packagingnya sudah menarik dengan sudah mengikuti pelatihan dinas kesehatan agar mendapatkan izin menjualnya lebih meluas.

 

 

Bakti sosial ini di hadiri oleh Bpk. Wasdiyanto (Kepala Lurah Nglegi), Hj. Endah Susetyo Indriyati, S.E, M.M (Pemateri ke-1 Perkembangan Implementasi Marketing), Dr. Syamsul Hadi, S.E., M.M (Pemateri Ke- 2 Pengembangan Digital), Bpk. Pairan (Ketua Kelompok tani), 14 Anggota Kelompok Tani, 22 Majelis Mahasiswa Fakultas Ekonomi (MMFE) UST Yogyakarta. Bakti sosial ini juga dimanfaatkan oleh kelompok tani dalam mengembangkan UMKM-nya di bidang marketing dan teman-teman mahasiswa dapat mengetahui bagaimana proses pembuatan coklat dari biji coklat hingga menjadi bubuk coklat. Pertama-tama, biji buah cokelat di fermentasikan terlebih dahulu dengan cara dicuci hingga bersih. Kedua, di keringkan dengan cara di jemur, selama 1 hari selama 2 jam sekali proses penjemuran biji cokelat tersebut di balik agar keringnya biji  merata dengan sempurna. Ketiga, melakukan tempering sebelum disortasi dan dikemas. Tempering itu merupakan proses penyesuaian suhu biji dengan suhu udara sekitar yang dilakukan dengan meletakkan  biji hasil pengeringan di tempat terbuka selama minimal 5 jam. Keempat, pengemasan dan penyimpanan. Sortasi dilakukan untuk mengelompokkan biji berdasarkan penampakan fisik dan ukuran bijinya. Biji-biji kakao dipisahkan dari biji kualitas ekspor (standar AA) dipisahkan dari biji kualitas sedang hingga rendah. Biji-biji ini dipisahkan karena memiliki nilai jual yang berbeda.

Tak hanya itu saja kami MMFE melakukan penyerahan 20 bibit kakao yang disimboliskan 4 bibit, kemudian ditanam langsung oleh ketua panitia, ketua MMFE, pemateri, dan didampingi oleh ketua kelompok tani. Penanaman bibit kakao diarahkan langsung oleh beberapa kelompok tani lainnya, bagaimana cara menanam yang baik dan benar dalam bibit kakao. Proses penanaman bibit kakao dilakukan dengan jarak 3 x 3 m, 4 x 2 m, dan 3,5 x 2,5 m dengan ukuran lubang 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam yang digunakan berdasarkan pada bahan tanam dan besar pohonnya. Pertama melakukan penggalian lubang untuk penanaman bibit tersebut dengan ukuran yang telah ditentukan. Selanjutnya langkah Kedua yaitu memasukkan kembali tanah yang belum dicampur pupuk kering ke dalam lubang, akan tetapi tidak langsung diisi penuh. Ketiga, masukkan tanah yang sudah dicampur pupuk diatas tanah yang belum tercampurkan pupuk tadi. Keempat, buat lubang ditengah dan masukkan tanaman kakaonya setelah dibuka dari polibag atau pot plastik. Kelima, tutup kembali dengan tanah sampai membentuk gundukan. Keenam, lalu yang terakhir disiram. Penanaman tersebut akan berbuah dengan jangka waktu panjang yaitu 4 tahun.

“Terima kasih banyak kepada Mahasiswa Atau Lembaga Ekonomi UST Yogyakarta yang telah mengadakan bakti sosial dengan memberikan wawasan kepada kelompok tani dalam mengatasi kendala marketing, saya mewakilkan kelompok tani lainnya mengucapkan terima kasih. Kami berharap pekembangan UMKM Bingkon Kakao ini bisa lebih maju lagi, serta silaturahmi ini bisa jaga bisa terjaga sampai nanti. Kami juga selalu membuka pintu bagi mahasiswa agar dapat sesekali berkunjung ke sini dan dapat belajar membuat cokelat” ujar Bpk. Pairan selaku ketua Kelompok Tani.

Diakhir sesi baksos, teman-teman MMFE melakukan sesi foto bersama untuk dokumentasi kami dan kelompok tani sendiri. Kelompok tani juga merasa bahagia dan senang menerima mahasiswa MMFE UST tanpa ada rasa canggung sekalipun. Bahkan setelah acara selesai, mereka masih ingin mengobrol serta canda tawa dengan kami. “Inilah yang MMFE harapkan dari kegiatan bakti sosial ini. Tidak hanya materi yang kita berikan, tetapi kebahagiaan, kepedulian, serta terjalinnya silaturahmi dan hubungan sosial antara kami dengan masyarakat dalam upaya kami berbagi dan mengabdi terhadap sesama” jelas Bagus Disfantoro selaku Ketua Kegiatan Bakti Sosial.